Kelas video online · dari nol
Berhenti ikut-ikutan. Analisa sendiri.
Kelas analisa saham Indonesia dengan metode top-down: mulai dari kondisi makroekonomi, turun ke siklus dan industri, bedah laporan keuangannya, sampai hitung apakah harganya layak dibeli. Urut, dari nol, tanpa perlu latar belakang ekonomi.
Dari gambaran besar, menyempit sampai satu harga.
Kebanyakan orang beli saham tanpa tahu apa yang mereka beli.
Kamu buka aplikasi sekuritas, lihat deretan kode empat huruf dan grafik naik-turun. Tidak ada satu pun di layar itu yang memberitahu perusahaan apa di baliknya, apakah dia untung, punya utang berapa, atau siapa yang menjalankannya.
Jadi keputusan diambil dari hal lain: rekomendasi grup, berita, perasaan bahwa “sudah turun banyak, pasti naik lagi”. Lalu harganya turun, dan tidak ada yang bisa dievaluasi — karena memang tidak ada analisa apa pun yang dipakai sejak awal.
Top-down memperbaiki urutannya. Kamu tidak mulai dari kode saham. Kamu mulai dari ekonomi, lalu menyempit sampai akhirnya bertemu satu perusahaan dan satu harga — dengan alasan yang bisa kamu jelaskan sendiri.
Lima lapis, dari atas ke bawah
- 01
Baca kondisi makroekonomi
Indikator global dan domestik — termasuk kebijakan The Fed, inflasi, dan suku bunga — serta apa artinya buat pasar saham Indonesia.
- 02
Tentukan fase siklus ekonomi
Ekspansi, puncak, kontraksi, pemulihan. Setiap fase menguntungkan sektor yang berbeda — ini dasar strategi sector rotation.
- 03
Nilai industri dan perusahaannya
Industry life cycle, kualitas manajemen, keunggulan kompetitif, dan red flag pada aksi korporasi yang perlu diwaspadai.
- 04
Bedah laporan keuangannya
Neraca, laba rugi, arus kas, rasio, sampai catatan kaki — tempat informasi paling penting sering tersembunyi.
- 05
Hitung harga wajarnya
Perusahaan bagus belum tentu saham bagus kalau harganya kemahalan. Di sinilah kamu menentukan harga beli yang masuk akal.
32 video, enam modul, urut
Setiap modul dibangun di atas modul sebelumnya. Tidak ada bagian yang mengasumsikan kamu sudah tahu sesuatu.
- M1
Macro Economy
Kenapa ekonomi menentukan arah pasar, peta analisa top-down, ekonomi global, leading indicator, The Fed, indikator domestik, dan cara membaca datanya.
- M2
Economy Cycle Analysis
Kenapa ekonomi bergerak dalam siklus, fase-fasenya, cara menentukan kita ada di fase mana sekarang, dan strategi sector rotation.
- M3
Qualitative Analysis
Industry life cycle, menilai manajemen, mengenali keunggulan kompetitif (moat), dan red flag aksi korporasi.
- M4
Financial Statement
Balance sheet, income statement, cashflow, analisa rasio, pengantar valuasi, dan catatan kaki — lalu diterapkan langsung ke studi kasus DSSA.
- M5
Laporan Keuangan Industri Khusus
Ritel, bank, dan multifinance dibaca dengan kerangka yang berbeda — NIM, NPL, CAR, SSSG — lengkap dengan studi kasus MPPA, ARTO, dan BFIN.
- M6
Valuation
Menyatukan semuanya: konsep nilai wajar, dan praktik menghitungnya langkah demi langkah sampai kamu punya angka harga beli.
Dipraktikkan ke laporan keuangan sungguhan
Bukan contoh karangan. Empat emiten Bursa Efek Indonesia dibedah dari awal sampai kesimpulan, termasuk tiga industri yang laporannya paling sering salah dibaca pemula.
Neraca, laba rugi, lalu arus kas dan valuasi — tiga video berurutan sebagai kasus utama.
Metrik khas peritel: same-store sales growth, margin, dan perputaran persediaan.
Struktur laporan bank yang berbeda total, dibaca lewat NIM, NPL, dan CAR.
Model bisnis pembiayaan, sumber pendapatannya, dan risiko kualitas asetnya.
Emiten di atas dipakai sebagai bahan latihan analisa, bukan sebagai rekomendasi beli atau jual.
Termasuk template analisanya
Kamu tidak mulai dari halaman kosong. Template spreadsheet yang aku pakai di video ikut kamu dapat — tinggal isi angka dari laporan keuangan, ambang batas sehatnya sudah tertulis di sebelahnya.
| Checklist | Standar | Status |
|---|---|---|
| Balance Sheet | ||
| Debt to Equity Ratio | < 1x | — |
| Interest Coverage Ratio | > 3x | — |
| Net Gearing Ratio | < 50% | — |
| Income Statement | ||
| Net Profit Margin | > 10% | — |
| Return on Equity | > 15% | — |
| Quality of Earning | > 100% | — |
| Valuation | ||
| Price to Earning Ratio | < 10x | — |
| EV / EBITDA | < 10x | — |
Kolom Status dan Catatan kamu isi sendiri. Template ini menghitung dan membandingkan — kesimpulannya tetap keputusan kamu.
-
Sheet 1
Financial Analysis
Lebih dari 20 pos pemeriksaan untuk neraca, laba rugi, arus kas, dan valuasi — masing-masing dengan ambang batas standarnya, termasuk ROE Dupont dan Quality of Earning.
-
Sheet 2
Qualitative Analysis
Sembilan poin yang tidak bisa dijawab angka: fase siklus industri, posisi terhadap kompetitor, tata kelola manajemen, aksi korporasi, struktur pemegang saham pengendali, sampai sumber revenue dan cost terbesar.
-
Sheet 3
Special Industry
Metrik khusus ritel (DIO, DSO, cash conversion cycle), bank (CAR, NIM, NPL, LDR, CASA, BOPO), dan multifinance (FAR, gearing ratio, NPF).
-
6 model
Hitungan nilai wajar
EPS Discounted, Dividend Discounted, Discounted Cash Flow, Equity Growth, ROE-PBV, dan Net Working Capital — supaya kamu bisa membandingkan hasilnya, bukan bergantung pada satu angka.
-
Contoh
Sudah ada yang terisi
DSSA, BFIN, dan NELY sudah dianalisa lengkap di dalamnya, jadi kamu punya pembanding saat mengerjakan perusahaan pertamamu sendiri.
Rekaman, jadi kamu yang atur ritmenya
32 video rekaman
Tidak ada jadwal live yang harus dikejar. Tonton kapan saja, ulang bagian yang belum masuk.
Kuis tiap modul
43 soal pilihan ganda dengan kunci jawaban dan pembahasan, supaya kamu tahu bagian mana yang belum nyantol.
Dari benar-benar nol
Tidak perlu latar belakang akuntansi, ekonomi, atau pengalaman beli saham sebelumnya.
Selamanya
Bayar sekali, aksesnya tidak kedaluwarsa. Kamu bisa mengulang modul mana pun bertahun-tahun setelah kelas selesai.
Aku juga mulai dari nol.
S1 aku animasi, S2 aku bisnis. Aku tidak pernah kerja di sekuritas, dan tidak satu pun dari keduanya mengajarkan cara menganalisa saham. Cara membaca siklus ekonomi, membedah laporan keuangan, sampai menghitung harga wajar — semuanya aku pelajari sendiri, dari nol.
Aku mulai investasi bukan karena ingin kaya, tapi karena tidak mau jadi beban buat anakku sendiri. Awalnya uangnya aku taruh di deposito — aman, tapi kalah sama inflasi. Lalu aku coba saham, forex, trading pakai analisa teknikal. Trading menuntut aku memantau layar terus-menerus, dan sebagai ibu yang mengurus rumah sambil bekerja, itu tidak mungkin. Value investing yang akhirnya paling cocok: analisa perusahaannya, beli yang bagus di harga wajar, lalu tahan.
- PendidikanS1 DKV Animasi · S2 Business Management, Binus Business School
- KarierDosen animasi & business development di studio animasi
- 2021Design Mentor di Apple Developer Academy
- SekarangBekerja di software house, sambil jadi ibu
- Agu 2026Dinyatakan kompeten dalam uji kompetensi WMI (Wakil Manajer Investasi) — skema Pengelolaan Investasi, LSP IKEPAMI / BNSP. Sertifikat dalam proses penerbitan.
Kalau aku yang latar belakangnya sejauh ini bisa belajar analisa saham dari nol, kamu juga bisa. Tidak ada syarat harus anak ekonomi untuk mengerti uangmu sendiri.
Sebelum bayar, baca ini dulu
✓ Cocok kalau kamu
- Belum pernah beli saham, atau baru coba-coba dan bingung harus mulai dari mana.
- Sudah jalan tapi masih sering ikut-ikutan dan FOMO.
- Sibuk — tidak punya waktu memantau layar, jadi butuh metode yang bisa dikerjakan pelan-pelan.
- Siap membaca angka. Tidak perlu jago matematika, tapi harus mau berhitung.
✗ Tidak cocok kalau kamu
- Mencari sinyal beli-jual harian, target harga, atau rekomendasi saham instan.
- Mau uangnya berlipat dalam hitungan bulan.
- Tidak punya waktu menonton dan mengerjakan kuisnya.
- Berharap ada yang menjamin kamu tidak akan pernah rugi. Tidak ada.
Biaya kelas
ANALISA SAHAM TOP-DOWN
Dari Makroekonomi sampai Valuasi
Rp 250.000
Bayar sekali.
- ✓ 32 video dalam 6 modul terstruktur
- ✓ 43 soal kuis + kunci jawaban & pembahasan
- ✓ 4 studi kasus emiten BEI: DSSA, MPPA, ARTO, BFIN
- ✓ Cara baca laporan keuangan bank, multifinance & ritel
- ✓ Template analisa (spreadsheet) — 20+ rasio, checklist kualitatif & 6 model valuasi
- ✓ Akses selamanya, tanpa batas waktu
Pembayaran diproses lewat Tribeversity.
Ambil checklist gratisnya dulu
Kalau kamu belum yakin mau ambil kelasnya, mulai dari yang gratis. Di WhatsApp Channel-ku ada Checklist Analisa Saham 1 Halaman — delapan rasio yang perlu kamu cek beserta ambang batas sehatnya, bisa langsung dipakai malam ini juga.
Setiap minggu aku kirim tiga hal: kondisi ekonomi terkini dan artinya buat investor (Senin), satu tip cara membaca rasio atau pos laporan keuangan (Kamis), dan studi kasus atau jawaban pertanyaan anggota (Sabtu).
Tidak ada rekomendasi beli-jual di sana. Yang ada adalah cara berpikirnya — supaya kamu bisa menilai sendiri apakah pendekatan ini masuk akal buat kamu.
Gratis. Kamu bisa berhenti mengikuti kapan saja.
Yang sering ditanyakan
Saya benar-benar belum tahu apa-apa soal saham. Bisa ikut?
Apakah saya akan diberi tahu saham apa yang harus dibeli?
Materinya untuk saham Indonesia atau luar negeri?
Saya sibuk. Metode ini butuh berapa banyak waktu?
Berapa modal yang saya butuhkan untuk mulai berinvestasi?
Berapa lama waktu untuk menyelesaikan kelasnya?
Kalau saya sudah bayar tapi merasa tidak cocok?
Mulai dari memahami satu perusahaan.
Bukan sepuluh saham sekaligus. Satu perusahaan, dibaca sampai kamu paham dari mana uangnya datang dan berapa dia layak dihargai. Kelas ini mengajarkan caranya, lalu mengulanginya sampai jadi kebiasaan.
Seluruh materi bersifat edukasi dan bukan rekomendasi, ajakan, atau nasihat investasi untuk membeli maupun menjual efek tertentu. Emiten yang dibahas dipakai sebagai bahan latihan analisa. Pengajar telah dinyatakan kompeten dalam uji kompetensi WMI (Wakil Manajer Investasi) dan sertifikatnya sedang dalam proses penerbitan; pengajar belum berizin Penasihat Investasi, sehingga tidak memberikan rekomendasi saham spesifik, sinyal, maupun target harga. Investasi saham mengandung risiko, termasuk risiko kehilangan sebagian atau seluruh modal. Setiap keputusan investasi adalah tanggung jawab masing-masing peserta. Kinerja masa lalu tidak menjamin hasil di masa depan.